Sunyi yang Menyayat di Kampung Dukuh, Panjalu: Mengenang Adinda Abdurrohim Robby

 Catatan DHIPA GALUH PURBA




Ketenangan Blok Rancabeureum, Dukuh Wetan, Kampung Dukuh—RT 36 RW 16, Desa dan Kecamatan Panjalu, Ciamis—tiba-tiba pecah oleh kepanikan yang menyayat hati. Seorang pemuda setempat yang akrab disapa Omang, atau memiliki nama lengkap Adinda Abdurrohim Robby, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kediamannya.

Lebih menyedihkan lagi, tragedi ini diiringi dengan beredarnya foto-foto kondisi almarhum yang mengenaskan di beberapa akun media sosial. Sebuah kenyataan yang memprihatinkan, di mana privasi duka sering kali terabaikan di tengah derasnya arus informasi digital.

Sepertinya, foto tak etis inilah yang diantaranya  memicu gelombang spekulasi liar di tengah masyarakat, terlebih dengan adanya kabar mengenai hilangnya sepeda motor milik almarhum.

Meski obrolan dan dugaan wajar muncul di tengah kematian yang dianggap tidak wajar ini, mari kita menahan diri dan mengingat satu hal penting: hingga hari ini, pihak kepolisian dari Polsek Panjalu bersama tim Inafis Polres Ciamis masih bekerja. Kita menanti hasil penyelidikan dan identifikasi resmi dari mereka, bukan dari bisik-bisik tetangga atau spekulasi maya.

Di balik keriuhan spekulasi itu, kesedihan yang begitu dalam terpancar nyata di wajah para tetangga yang berkerumun di sekitar lokasi kejadian. Dari mereka pula, kisah hidup Robby perlahan terungkap. Pemuda yang wafat di usia yang masih sangat muda, 26 tahun.

Robby adalah seorang anak muda yang yatim piatu. Belum lama berselang, ia bahkan baru saja menunaikan tahlil tepung taun, mendoakan genap setahun kepulangan sang ibunda tercinta menghadap Sang Khalik. Di rumah panggung berdinding bilik itulah Robby tinggal seorang diri. Malam itu, ia benar-benar sendiri di rumahnya, usai baru saja pulang nyaba—berjuang mencari nafkah di kota.

Kenangan tentang sosoknya menyisakan rasa hormat. Teman-temannya mengenang Robby sebagai anak muda yang tak pernah mau berleha-leha menghadapi kerasnya hidup. Ia adalah pekerja keras. Kabarnya,  ia dulu pernah mencari rezeki di Rocket Chicken Panjalu—yang kini bangunannya telah beralih rupa menjadi dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Robby adalah potret anak muda mandiri yang berjuang dengan peluh dan keringatnya sendiri.

Kini, sunyi telah sepenuhnya merengkuh rumah panggung bilik itu. Kepergiannya meninggalkan duka yang perih bagi mereka yang mengenal ketulusan dan kerja kerasnya.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga almarhum Adinda Abdurrohim Robby mendapatkan tempat yang mulia di sisi-Nya, diampuni segala khilafnya, dan keluarga serta para tetangga yang ditinggalkan diberikan ketabahan yang lapang.






0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama