Menelusuri Sesepuh Simpar (Sejak Tahun 1800-an)

 


Catatan DHIPA GALUH PURBA

Kampung Simpar saat ini merupakan salah satu kampung, yang merupakan bawahan dari desa dan kecamatan Panjalu.

Konon, ratusan tahun yang lalu, Simpar merupakan sebuah Desa sampai pada tahun 1908.

Ketika Simpar masih merupakan desa, yang menjabat kuwu adalah sosok yang dikenal dengan nama Paranadinata. Menurut informasi, Paranadinata menjabat kuwu Desa Simpar selama kurang lebih tujuh tahun.

Paranadinata menikah dengan Minda, yang kemudian memiliki putra tunggal bernama  Dipawikarta.

Pada masa kepemimpinan Kuwu Paranaditana, ada sosok lain yang dikenal sebagai tokoh agama terkemuka. Sang ulama itu bernama KH. Moechtar. Nama beliau diabadikan menjadi nama Masjid di Simpar (Terletak di RT.8), bernama Masjid Al-Mukhtar

Selanjutnya KH. Moechtar mempunyai 6 orang keturunan, yang diantaranya adalah:

  1. Siti Mariyah
  2. Zaenal
  3. Rosadi (Mama Agi)
  4. Emok Komariah
  5. Enoh
  6. Iking Zaenal Mutaqin

Saya sudah mencatat beberapa kisah menarik dari enam kasepuhan tersebut, beserta nama-nama anak-cucu hingga cicitnya. Silhkan diklik saja namanya (akan tersedia jika sudah saya posting datanya).

Misalnya ketokohan Mama Zaenal yang dikenal sebagai seorang jawara yang disegani saat itu dengan berbagai kisahnya yang masih terekam dalam ingatan saya, atau Mama Iking Zaenal Mutaqin, sebagai sosok ulama legendaris di Simpar yang sangat berjasa dalam mendidik agama Islam kepada warga Simpar dan sekitarnya, tanpa pamrih sama sekali

Menurut perhitungan saya, Siti Mariyah kemungkinan lahir tahun 1895. Patokan perhitungan saya merujuk pada lahirnya anak sulung Siti Mariyah yang bernama Encang Perwata Ningrum pada 15 September 1911.

Jadi, asumsi saya anggap saja beliau menikah pada usia 15 tahun (1910), dan kemudian melahirkan anak pertama, Encang PerwataNingrum, pada tahun 1911.  


0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama